BULELENG, BALI – Transformasi digital kini merambah sektor pertanian. Program Studi Bisnis Digital BIM University memberikan pelatihan dan pendampingan digital marketing kepada kelompok petani kopi di Dusun Amerta Sari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya BIM University mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal. Para petani dibekali pengetahuan dan keterampilan agar produk kopi tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui kanal digital.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Kelompok Tani UD. Sari Mekar, Wayan Inwan, serta penyuluh pertanian Desa Pegayaman, Ahnan. Kehadiran keduanya turut memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pengembangan usaha pertanian berbasis teknologi.
Tim pengabdian dari Prodi Bisnis Digital BIM University terdiri atas Kepala Program Studi Bisnis Digital Akmil Asril, S.S., M.M., bersama dosen Mochammad Fahmi, S.I.Kom., M.M., dan Carnaval Rego Rio Sidabutar, S.Par., M.M.
Dalam pemaparannya, Akmil Asril menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memasarkan dan membeli produk. Karena itu, pelaku usaha, termasuk petani, perlu beradaptasi agar tidak tertinggal.
“Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara maksimal. Dengan strategi digital yang tepat, produk-produk lokal memiliki peluang lebih besar dikenal masyarakat luas dan mampu meningkatkan daya saing di pasar,” ungkapnya.

Materi pelatihan kemudian diarahkan pada strategi membangun pemasaran melalui konten digital. Carnaval Rego Rio Sidabutar menjelaskan bahwa promosi di media sosial tidak selalu membutuhkan produksi konten yang rumit. Konten yang sederhana, relevan, dan dibuat secara konsisten justru dapat membangun ketertarikan calon konsumen.
“Konten sederhana yang informatif, menarik, dan konsisten justru lebih efektif membangun rasa penasaran calon pelanggan. Ketika masyarakat tertarik, mereka akan mencari tahu lebih jauh mengenai produk yang ditawarkan,” jelasnya.
Sementara itu, Mochammad Fahmi mengajak peserta memasuki sesi praktik. Para petani diperkenalkan pada pemanfaatan WhatsApp Business, media sosial, serta teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung aktivitas usaha.
AI diperkenalkan sebagai alat bantu yang dapat digunakan untuk mencari ide promosi, menyusun konsep pemasaran, mengembangkan materi komunikasi, hingga menghasilkan gagasan konten yang sesuai dengan karakter produk kopi. Dengan demikian, teknologi tidak hanya dipahami sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai perangkat pendukung pengembangan bisnis.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para petani mengikuti materi sekaligus mencoba secara langsung berbagai platform digital yang diperkenalkan. Pendekatan praktik tersebut diharapkan membuat peserta lebih mudah menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Melalui pelatihan ini, Prodi Bisnis Digital BIM University berharap petani kopi Pegayaman semakin percaya diri memanfaatkan ruang digital untuk memperkenalkan produknya. Pemanfaatan media sosial dan AI diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah kopi lokal.
Kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen BIM University dalam menghadirkan kontribusi perguruan tinggi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara pengetahuan akademik, teknologi digital, dan potensi lokal diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan usaha masyarakat yang lebih adaptif dan berkelanjutan.









Leave a Reply