Denpasar — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Kewirausahaan Universitas Bali Internasional Muhammadiyah (UBIM). Titik Diah Sulistyawati Natalia, mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, berhasil mengembangkan produk usaha yang diangkat sebagai tugas akhir dan sudah mampu menembus pasar kelembagaan dan memperoleh pengakuan melalui proses kurasi usaha.
Produk yang dikembangkan Titik tidak berhenti pada tahap penyelesaian tugas akademik, tetapi telah menunjukkan potensi bisnis nyata. Produk tersebut saat ini telah menembus dua dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jembrana, sehingga memiliki peluang untuk berkembang menjadi usaha yang lebih berkelanjutan dan memiliki pasar yang lebih luas.
Selain berhasil masuk ke dua dapur MBG, produk tugas akhir tersebut juga berhasil lolos kurasi di kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM) Kabupaten Jembrana. Lolosnya produk dalam proses kurasi menjadi salah satu indikator bahwa usaha yang dikembangkan telah memiliki potensi dan kelayakan untuk terus dikembangkan.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di Program Studi Kewirausahaan UBIM tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menciptakan, mengembangkan, menguji, dan memasarkan produk secara langsung. Tugas akhir mahasiswa diarahkan agar dapat menjadi bagian dari proses pengembangan bisnis yang memiliki dampak nyata di masyarakat.
Bagi Titik, tugas akhir menjadi momentum untuk mengubah ide dan pengalaman berwirausaha menjadi sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi. Proses pengembangan usaha dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari pengembangan produk, peningkatan kualitas, pengemasan, pemasaran, hingga upaya memperluas akses pasar.
Keberhasilan menembus dua dapur MBG di Kabupaten Jembrana sekaligus lolos kurasi PLUT-KUMKM menjadi bukti bahwa tugas akhir mahasiswa kewirausahaan dapat menjadi embrio pengembangan usaha yang nyata dan berkelanjutan. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk menjadikan tugas akhir bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi sebagai kesempatan untuk membangun dan mengembangkan usaha yang memiliki prospek pasar. Pencapaian ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Kewirausahaan Universitas Bali Internasional Muhammadiyah dalam mencetak entrepreneur muda yang inovatif, adaptif, dan mampu melihat peluang bisnis dari kebutuhan nyata di masyarakat.
Dengan berhasilnya produk Titik menembus dua dapur MBG dan lolos kurasi PLUT-KUMKM Kabupaten Jembrana, perjalanan tugas akhir tersebut tidak berhenti pada sidang kelulusan, tetapi berlanjut menjadi sebuah langkah awal menuju pengembangan bisnis yang lebih profesional, luas, dan berkelanjutan.






Leave a Reply