Mahasiswa KKN BIM University Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Inovasi Lilin Aromaterapi dan Pengharum Alami

DENPASAR – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok Denpasar BIM University resmi ditutup pada 16 Juni 2026 setelah mahasiswa menyelesaikan serangkaian program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif. Penutupan kegiatan berlangsung dengan dihadiri dosen pembimbing lapangan, perwakilan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Bali, serta UMKM binaan yang menjadi mitra selama pelaksanaan…


Eko Purnomo Avatar

·

2–3 minutes

DENPASAR – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok Denpasar BIM University resmi ditutup pada 16 Juni 2026 setelah mahasiswa menyelesaikan serangkaian program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif. Penutupan kegiatan berlangsung dengan dihadiri dosen pembimbing lapangan, perwakilan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Bali, serta UMKM binaan yang menjadi mitra selama pelaksanaan KKN.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan berbagai capaian program kerja yang telah dilaksanakan selama beberapa minggu terakhir. Berbagai kegiatan edukasi, pendampingan usaha, hingga pengembangan produk inovatif berhasil direalisasikan melalui kolaborasi aktif antara mahasiswa dan masyarakat.

Salah satu hasil unggulan yang diperkenalkan pada acara penutupan adalah inovasi produk ramah lingkungan berupa lilin aromaterapi berbahan dasar ampas kopi serta pengharum mobil dan ruangan yang dikembangkan dari bahan-bahan alami. Produk tersebut merupakan implementasi konsep ekonomi sirkular yang memanfaatkan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Lilin aromaterapi dari ampas kopi dirancang tidak hanya sebagai produk dekoratif dan relaksasi, tetapi juga sebagai solusi pemanfaatan limbah yang selama ini belum dimaksimalkan. Sementara itu, pengharum mobil dan ruangan yang dihasilkan menawarkan alternatif produk pewangi berbahan alami yang lebih ramah lingkungan dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan UMKM.

Perwakilan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Bali menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN yang telah menghadirkan berbagai inovasi dan pendampingan selama program berlangsung. Menurutnya, hasil karya yang diserahkan memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai produk ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan nilai tambah usaha UMKM binaan.

Sebagai simbol berakhirnya masa pengabdian, mahasiswa menyerahkan secara resmi produk inovasi tersebut kepada UMKM binaan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Bali. Penyerahan ini diharapkan menjadi langkah awal keberlanjutan program sehingga manfaat yang telah dibangun selama KKN dapat terus dirasakan oleh masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.

Kaprodi S1 Kewirausahaan BIM University sekaligus Pembimbing Lapangan KKN, Bayu Wardhana, S.E., M.M., menyampaikan bahwa program KKN tidak hanya bertujuan memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya melakukan kegiatan sosial, tetapi juga menghadirkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan. Inovasi lilin aromaterapi dari ampas kopi dan pengharum alami ini merupakan contoh bagaimana kreativitas mahasiswa dapat dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bayu menjelaskan bahwa kolaborasi dengan UMKM binaan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Bali menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan riil masyarakat dan dunia usaha.

“Harapan kami, produk yang telah dihasilkan tidak berhenti sebagai luaran program KKN semata, tetapi dapat terus dikembangkan oleh UMKM sehingga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. KKN harus menjadi jembatan yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Acara penutupan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, ditandai dengan penyerahan kenang-kenangan, sesi foto bersama, serta penyampaian harapan agar sinergi antara BIM University, Aisyiyah Bali, dan masyarakat dapat terus terjalin pada berbagai program pemberdayaan di masa mendatang.

Melalui program KKN ini, mahasiswa BIM University tidak hanya memperoleh pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat, tetapi juga berhasil menghadirkan inovasi yang mendukung penguatan ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, dan pembangunan berkelanjutan. (Eko/Humas)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *