Mahasiswa BIM University Asal Australia Kagumi Kemajuan Akselerasi Pengembangan BIM University

DENPASAR, BALI — Kehadiran BIM University sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang mengembangkan pendidikan berwawasan internasional di Bali mulai menarik minat mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman internasional. Salah satunya adalah Dafa Titan Arvian, mahasiswa BIM University yang memiliki pengalaman pendidikan di Australia dan Bali. Dafa merupakan lulusan Darwin High School, Australia, dan sebelumnya…


Eko Purnomo Avatar

·

3–4 minutes


DENPASAR, BALI — Kehadiran BIM University sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang mengembangkan pendidikan berwawasan internasional di Bali mulai menarik minat mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman internasional. Salah satunya adalah Dafa Titan Arvian, mahasiswa BIM University yang memiliki pengalaman pendidikan di Australia dan Bali.

Dafa merupakan lulusan Darwin High School, Australia, dan sebelumnya juga menempuh pendidikan di Bali Hati International School, Ubud. Berasal dari Jakarta Selatan, ia memilih melanjutkan pendidikan tinggi di Bali dengan BIM University sebagai pilihan untuk mengembangkan wawasan akademik sekaligus pengalaman di lingkungan pendidikan yang berorientasi internasional.

Menurut Dafa, salah satu alasan utama dirinya memilih BIM University adalah karena program internasional yang ditawarkan. Ia melihat BIM University memiliki karakter yang berbeda karena memadukan perspektif pendidikan internasional dengan identitas sebagai universitas Muslim.

“Saya memilih BIM University karena BIM merupakan salah satu universitas yang memiliki program internasional di Bali. Selain itu, BIM juga merupakan universitas Muslim,” ujar Dafa.

Tertarik Memahami Bisnis Lebih Dalam

Dafa memilih bidang Bisnis Digital karena memiliki ketertarikan pada analisis bisnis dan ingin memahami bagaimana sebuah bisnis dapat dibangun serta dikembangkan.

Baginya, dunia bisnis tidak hanya berkaitan dengan bagaimana sebuah usaha dimulai, tetapi juga bagaimana bisnis tersebut dapat dipertahankan, beradaptasi dengan perubahan, dan terus berkembang.

“Saya suka menganalisis bisnis dan ingin mengetahui bisnis lebih dalam,” ungkapnya.

Ketertarikan tersebut membuat Dafa ingin menjadikan masa studinya di BIM University sebagai kesempatan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dunia bisnis, khususnya dalam konteks yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital.

Pilihan tersebut juga sejalan dengan karakter Bisnis Digital yang tidak hanya menempatkan mahasiswa pada pemahaman teori bisnis, tetapi juga mendorong kemampuan melihat peluang, menganalisis persoalan, dan memahami pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha.

Ingin Aktif Berorganisasi dan Belajar Mengembangkan Bisnis

Tidak hanya mengejar pengalaman akademik, Dafa juga memiliki target untuk aktif dalam kehidupan kemahasiswaan di BIM University. Ia berharap dapat mengikuti organisasi mahasiswa dan memperoleh pengalaman bekerja bersama orang lain.

Bagi Dafa, pengalaman organisasi menjadi bagian penting dari proses belajar karena memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, sekaligus memahami bagaimana sebuah tim dapat bekerja untuk mencapai tujuan bersama.

Ia juga ingin memanfaatkan masa kuliah untuk mempelajari bagaimana cara mempertahankan bisnis dan mengembangkannya menjadi perusahaan atau usaha yang lebih baik.

Keinginan tersebut menunjukkan bahwa Dafa tidak ingin memandang perkuliahan sekadar sebagai proses memperoleh gelar. Ia ingin menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang untuk bereksperimen, membangun jejaring, sekaligus mengasah kemampuan yang nantinya dapat digunakan di dunia profesional maupun kewirausahaan.

Berharap BIM University Terus Bertumbuh dan Berdampak

Sebagai mahasiswa yang memiliki pengalaman pendidikan di Australia dan Bali, Dafa juga memiliki harapan besar terhadap perkembangan BIM University ke depan.

Ia berharap BIM University dapat terus bertumbuh dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa di Bali. Menurutnya, perkembangan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari pertumbuhan institusi, tetapi juga dari sejauh mana kampus mampu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang.

“Saya berharap BIM University dapat terus bertumbuh dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa di Bali serta berkembang di berbagai bidang,” tuturnya.

Kisah Dafa menjadi gambaran bagaimana kehadiran BIM University mulai menjadi pilihan bagi generasi muda dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Pengalaman belajar di lingkungan internasional yang ia miliki menjadi modal untuk beradaptasi dengan suasana akademik baru sekaligus membawa perspektif yang berbeda ke dalam lingkungan kampus.

Di sisi lain, ketertarikannya pada Bisnis Digital dan keinginannya untuk aktif berorganisasi memperlihatkan bahwa mahasiswa tidak hanya mencari tempat untuk belajar secara akademik, tetapi juga ruang untuk bertumbuh, membangun pengalaman, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja serta kewirausahaan.

Dengan semangat tersebut, BIM University diharapkan terus menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa dari Bali maupun luar Bali, termasuk mahasiswa dengan pengalaman pendidikan internasional, untuk mengembangkan potensi dan menghadirkan gagasan baru bagi masa depan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *