DENPASAR — Jika biasanya mahasiswa baru sibuk mengenal ruang kelas, sistem akademik, dan lingkungan kampus, peserta PKKMB BIM University 2026 juga mendapatkan bekal yang tidak kalah penting: bagaimana tetap tanggap ketika menghadapi keadaan darurat.
Melalui sesi edukasi dan simulasi penanggulangan kebakaran, mahasiswa baru tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai risiko kebakaran, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung teknik dasar pemadaman api di area kampus.
Pembekalan diawali dengan materi mengenai mitigasi dan bahaya kebakaran. Mahasiswa diperkenalkan pada faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya api melalui konsep segitiga api, sekaligus diberikan pemahaman mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
Selain mengenali penyebab kebakaran, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai evakuasi mandiri yang aman dan tertib serta prosedur pelaporan kepada instansi pemadam kebakaran. Pengetahuan tersebut diberikan agar mahasiswa mampu mengambil tindakan yang tepat dan tidak mudah panik ketika menghadapi situasi darurat.
Setelah sesi materi, mahasiswa baru diajak keluar ruangan untuk mengikuti simulasi pemadaman api secara langsung. Dengan didampingi instruktur dan tim ahli keselamatan, peserta memperoleh pengalaman praktik dalam menangani api menggunakan metode yang telah diperkenalkan sebelumnya.
Dalam simulasi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada dua metode pemadaman. Salah satunya menggunakan kain basah untuk membantu menghambat suplai oksigen pada titik api. Peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai perangkat pemadam kebakaran yang umum digunakan pada tahap awal penanganan kebakaran.
Instruktur kemudian memberikan arahan mengenai penggunaan APAR secara tepat, termasuk tahapan pengoperasian, posisi aman, serta teknik mengarahkan nozzle ke sumber api. Kesempatan praktik tersebut membuat materi yang sebelumnya disampaikan secara teori menjadi pengalaman langsung bagi mahasiswa baru.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembekalan dalam PKKMB BIM University tidak hanya berorientasi pada kesiapan akademik. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai keterampilan praktis yang dapat berguna dalam menghadapi situasi di luar ruang perkuliahan.
Kemampuan memahami risiko, melakukan evakuasi, serta mengetahui tindakan awal ketika terjadi kebakaran menjadi bagian dari kecakapan hidup yang penting. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan mahasiswa tidak hanya ketika berada di lingkungan kampus, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan di tengah masyarakat.
Melalui edukasi dan simulasi ini, BIM University berharap mahasiswa baru memiliki kesadaran yang lebih baik terhadap keselamatan serta mampu membangun sikap tanggap, tenang, dan bertanggung jawab ketika menghadapi kondisi darurat.






Leave a Reply