BIM University dan iPaymu Siapkan Bali Future Lab 2026, Satukan Akademisi, Industri, dan Pemerintah Bahas Masa Depan Pariwisata Berbasis AI

Denpasar, 3 Juli 2026 – BIM University bersama iPaymu memperkuat sinergi dalam menghadirkan BIM Bali x Bali Future Lab 2026, sebuah forum internasional yang akan menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, pelaku industri, pemerintah, startup, investor, dan komunitas teknologi untuk merumuskan masa depan pariwisata berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Juli…


Eko Purnomo Avatar

·

2–3 minutes

Denpasar, 3 Juli 2026 – BIM University bersama iPaymu memperkuat sinergi dalam menghadirkan BIM Bali x Bali Future Lab 2026, sebuah forum internasional yang akan menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, pelaku industri, pemerintah, startup, investor, dan komunitas teknologi untuk merumuskan masa depan pariwisata berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Juli 2026 di Kampus BIM University, Denpasar.

Mengusung tema “Tourism and Sustainability: Artificial Intelligence and the Future of Hospitality”, Bali Future Lab dirancang sebagai wadah bertemunya berbagai pemangku kepentingan guna membahas transformasi sektor pariwisata melalui pemanfaatan teknologi digital yang berkelanjutan. Forum ini sekaligus menjadi wujud komitmen BIM University dalam menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan industri di era ekonomi digital.

Kolaborasi bersama iPaymu sebagai perusahaan teknologi nasional menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi. Melalui kemitraan ini, kedua institusi berupaya menghadirkan ruang diskusi sekaligus aksi nyata yang mampu mendorong lahirnya solusi-solusi kreatif bagi perkembangan industri pariwisata Indonesia.

Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa penyelenggaraan Bali Future Lab merupakan bagian dari visi kampus dalam mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu menjawab kebutuhan dunia industri.

“BIM University tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kolaborasi nyata dengan dunia industri. Bali Future Lab menjadi ruang bagi akademisi, praktisi, pemerintah, dan pelaku usaha untuk bersama-sama menghadirkan inovasi yang memberikan dampak bagi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Koordinator Acara, Akmil Asril, S.S., M.M., menjelaskan bahwa persiapan kegiatan terus dimatangkan bersama tim BIM University dan iPaymu agar seluruh rangkaian acara berjalan optimal.

“Kami ingin Bali Future Lab menjadi lebih dari sekadar konferensi. Forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan ide, teknologi, talenta, dan peluang kerja sama untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan di sektor pariwisata,” jelasnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti empat agenda utama, yakni Conference, Hackathon, Exhibition, dan Entertainment. Sesi konferensi akan menghadirkan pembicara nasional maupun internasional, mulai dari akademisi, CEO dan pendiri perusahaan teknologi, praktisi industri digital, hingga perwakilan pemerintah. Sejumlah narasumber dari Selandia Baru, Jerman, dan Australia juga dijadwalkan berbagi pengalaman mengenai perkembangan Artificial Intelligence, transformasi digital, inovasi di sektor hospitality, serta strategi pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan konsep IIE (Information Technology Skills, Industry Skills, and Entrepreneurship), BIM University terus mendorong terciptanya pembelajaran yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Melalui Bali Future Lab 2026, kampus berharap mampu memperluas jejaring kolaborasi internasional, memperkuat ekosistem inovasi, serta melahirkan gagasan dan solusi yang mendukung daya saing Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital global. (Eko/Humas)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *