Denpasar, 3 Juli 2026 – Persiapan penyelenggaraan Eurasia Lecture Series UMS–BIM terus menunjukkan perkembangan positif. Pada Jumat (3/7), panitia secara resmi menghadirkan Prof. Dr. Anak Agung Gede Rai Remawa, M.Sn., Guru Besar bidang Ilmu Desain Interior dan Arsitektur di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, sebagai salah satu pembicara dalam forum akademik internasional tersebut.
Kehadiran Prof. Rai Remawa diharapkan dapat memperkaya substansi diskusi, khususnya pada bidang desain, arsitektur, seni, serta industri kreatif yang memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan inovasi dan pembangunan berkelanjutan. Pengalaman beliau sebagai akademisi dan peneliti dinilai mampu memberikan perspektif baru bagi peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan institusi mitra.
Koordinator Eurasia Lecture Series, Dr. Tendy Yulisca Ramadin, S.Sn., M.T., menegaskan bahwa pemilihan narasumber dilakukan secara selektif agar setiap sesi menghadirkan gagasan yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan global.
“Eurasia mengedepankan interdisiplinary keilmuan dan kolaborasi antara praktisi serta akademisi. Kehadiran Prof. Rai Remawa akan memperkaya diskusi melalui perspektif desain, arsitektur, dan seni yang sangat relevan dengan isu-isu pembangunan berkelanjutan,” ujar Dr. Tendy.
Sementara itu, Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, menyampaikan bahwa kehadiran Guru Besar ISI Denpasar tersebut menjadi bagian dari komitmen BIM University bersama UMS dalam menghadirkan forum akademik bertaraf internasional.
“Kami ingin Eurasia Lecture Series menjadi ruang kolaborasi global yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk saling bertukar gagasan, membangun jejaring, serta melahirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Kehadiran Prof. Rai Remawa semakin memperkuat kualitas forum ini,” tutur Prof. Harun.
Eurasia Lecture Series UMS–BIM merupakan forum akademik internasional yang mempertemukan pakar dari berbagai disiplin ilmu untuk membahas isu-isu strategis melalui pendekatan multidisipliner. Melalui keterlibatan para guru besar dan praktisi berpengalaman, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (Eko/Humas)








Leave a Reply