Ketua ALPTK PTMA sekaligus Rektor BIM University: ProfunEdu Perkuat Kolaborasi Global dan Budaya Publikasi Ilmiah

BANDAR LAMPUNG – Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (ALPTK PTMA) sekaligus Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa penyelenggaraan The 12th Progressive and Fun Education (ProfunEdu) International Conference 2026 merupakan bagian dari komitmen ALPTK PTMA dalam memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah…


Eko Purnomo Avatar

·

2–3 minutes

BANDAR LAMPUNG – Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (ALPTK PTMA) sekaligus Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa penyelenggaraan The 12th Progressive and Fun Education (ProfunEdu) International Conference 2026 merupakan bagian dari komitmen ALPTK PTMA dalam memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Harun pada pelaksanaan ProfunEdu 2026 yang berlangsung di Emersia Hotel, Bandar Lampung, Kamis (25/6/2026). Konferensi internasional ini menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri untuk mendiskusikan transformasi pendidikan pada era kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Menurut Prof. Harun, ProfunEdu tidak sekadar menjadi forum presentasi hasil penelitian, tetapi telah berkembang sebagai wadah strategis untuk membangun kolaborasi akademik lintas institusi. Melalui forum ini, para dosen dapat memperluas jejaring penelitian, menghasilkan inovasi bersama, serta meningkatkan rekognisi akademik di tingkat internasional.

“Konferensi ini menjadi ruang bertemunya para akademisi untuk saling bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi riset, sekaligus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah yang mampu memberikan dampak bagi pengembangan pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh artikel yang dipresentasikan dalam ProfunEdu akan melalui proses penelaahan (peer review) sesuai standar akademik. Makalah terbaik akan dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, sedangkan artikel lainnya diterbitkan dalam prosiding internasional Atlantis Press.

Menurutnya, budaya publikasi ilmiah harus terus diperkuat sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi. Publikasi internasional tidak hanya meningkatkan reputasi dosen sebagai peneliti, tetapi juga memperkuat posisi institusi dalam berbagai indikator pemeringkatan dan akreditasi perguruan tinggi.

“Publikasi ilmiah menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun daya saing perguruan tinggi. Oleh karena itu, ALPTK PTMA terus mendorong dosen agar menghasilkan penelitian yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi di tingkat global,” jelasnya.

Prof. Harun juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta pada ProfunEdu 2026. Sebanyak 89 artikel ilmiah dari 23 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah serta sejumlah perguruan tinggi swasta menjadi bukti meningkatnya semangat akademisi dalam mengembangkan budaya riset dan publikasi.

Selain menghadirkan pemakalah dari berbagai daerah di Indonesia, konferensi ini juga menghadirkan narasumber nasional dan internasional yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari pembelajaran berbasis STEAM, literasi digital, pendidikan pada era VUCA, penguatan bahasa di tengah perkembangan AI, hingga inovasi pembelajaran fisika berbasis simulasi digital.

Sebagai Ketua ALPTK PTMA, Prof. Harun berharap ProfunEdu dapat terus berkembang menjadi konferensi internasional yang mampu mempertemukan para akademisi dari berbagai negara untuk menghasilkan kolaborasi riset yang lebih luas.

“Kami ingin ProfunEdu menjadi ekosistem akademik yang mempertemukan para peneliti, memperluas jejaring internasional, melahirkan publikasi bereputasi, serta menghadirkan inovasi pendidikan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi inilah PTMA akan semakin berdaya saing di tingkat global,” pungkasnya. (Eko/Humas)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *