Kuliah Praktisi BIM University Hadirkan Sheikh Reza Abdul Jabbar dan Peggy Melati Sukma Bahas Strategi Bisnis Global

DENPASAR – BIM University menyelenggarakan kuliah praktisi bertajuk “From Local Dreams to Global Impacts: Business Insights for a Changing World” di Multipurpose Hall BIM University, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan pembicara internasional, Sheikh Dr. Reza Abdul Jabbar dan Ustadzah Ummu Khadijah Peggy Melati Sukma, S.Sos., M.H., untuk berbagi pengalaman dan wawasan mengenai pengembangan bisnis berdaya…


Eko Purnomo Avatar

·

2–3 minutes

DENPASAR – BIM University menyelenggarakan kuliah praktisi bertajuk “From Local Dreams to Global Impacts: Business Insights for a Changing World” di Multipurpose Hall BIM University, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan pembicara internasional, Sheikh Dr. Reza Abdul Jabbar dan Ustadzah Ummu Khadijah Peggy Melati Sukma, S.Sos., M.H., untuk berbagi pengalaman dan wawasan mengenai pengembangan bisnis berdaya saing global.

Acara yang diikuti oleh pelaku industri, pengusaha, dan mahasiswa tersebut dipandu oleh moderator Siwi Manganti, S.P., M.M. Dalam kesempatan itu, para peserta memperoleh berbagai perspektif mengenai strategi membangun bisnis yang mampu berkembang di tengah perubahan ekonomi dan teknologi yang semakin dinamis.

Pada sesi pertama, Sheikh Dr. Reza Abdul Jabbar membagikan pengalaman membangun usaha peternakan di Selandia Baru hingga mampu bersaing di pasar internasional. Menurutnya, perubahan global harus dihadapi dengan kemampuan beradaptasi, keberanian mengambil keputusan, serta komitmen terhadap kualitas dan integritas.

“Jangan pernah mengerdilkan mimpi Anda hanya karena memulai dari daerah. Pasar dunia sangat luas. Kuncinya adalah menjaga standar kualitas secara konsisten, menjunjung integritas, dan berani mengambil risiko yang terukur,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan bisnis modern tidak hanya ditentukan oleh kemampuan manajerial, tetapi juga oleh nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi landasan dalam menjalankan usaha.

Sementara itu, Ustadzah Ummu Khadijah Peggy Melati Sukma menyoroti pentingnya membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial yang berkelanjutan. Menurutnya, dunia usaha saat ini dituntut untuk mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

“Dunia hari ini menuntut dampak global. Sebuah usaha akan bertahan apabila mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja yang berkeadilan, dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Pelaku usaha yang hadir mengangkat isu terkait tantangan rantai pasok global dan peluang ekspor produk lokal, sementara mahasiswa menanyakan strategi membangun usaha sejak dini, pengembangan jaringan bisnis, serta pengelolaan modal awal.

Moderator Siwi Manganti berhasil mengarahkan jalannya diskusi sehingga berbagai pengalaman praktis dan strategi bisnis dari kedua narasumber dapat tersampaikan secara komprehensif kepada peserta.

Melalui kegiatan ini, BIM University berharap dapat memperluas wawasan mahasiswa dan masyarakat mengenai pentingnya inovasi, adaptasi, serta keberlanjutan dalam dunia bisnis. Acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada para narasumber dan moderator sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Kuliah praktisi tersebut menjadi momentum bagi civitas akademika BIM University dan para pelaku usaha untuk memperoleh inspirasi dalam mengembangkan potensi lokal agar mampu memberikan dampak yang lebih luas di tingkat nasional maupun global. (Eko/Humas)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *